STRATEGI BARU ENERGIK BARU MUSTHAFAWIYAH

Saudara- Saudaraku Alumni Musthafawiyah di manapun anda berada

Salam perjuangan……

Salam kompak selalu

Salam Islam untuk kita semua…….

Assalamu’alaikum warohmatulloh wabarokatuh

Puji syukur kepada Allah swt, Sholawat beriring salam atas rosulnya nabi besar Muhammad saw, atas nikmat diniyah dan amanah kepemimpinan. Semoga kita sentiasa diberikan anugerah mentaati, mengamalkan, mengajarkan yang pada akhirnya membenahi diri kita, keluarga kita, masyarakat kita dan masyarakat islam seluruhnya dalam payung hukum dan undang2 sebuah kepemimpinan sehingga tercapai negeri Baldatun Thayyibah yang diabadikan dalam Al Quran.

Di sini kami tidak menawarkan cerita Baldatun Thayyibah negeri makmur jaya dan kaya seperti yang ada pada bayangan anda sekarang ini, melainkan hanya kami ingin membeli kemudian mempelajari produk hukum apa, undang2 apa dan teori apa yang dipakai sebuah negeri makmur, jaya dan kaya tersebut. Yang pada realitanya tidak mustahil sebuah desa kecil bisa power kekuatan bagi kecamatan dan kabupatennya. Inilah contoh kecil pengalokasian kepada system kependudukan.

Disini kita tinggalkan dulu masalah yang sunat sebab disini ada lagi masalah yang perlu kita tuntaskan, program yang lebih dari sunat untuk kita rampungkan yaitu membina kembali Musthafawiyah kita.

Mungkin anda bertanya kenapa harus Musthafawiyah ?

Kita jawab dengan beberapa argument :……

1. Karna Musthafawiyah ibu kandungmu

2. Musthafawiyah yang telah melahirkanmu

3. Musthafawiyah yang telah mendidikmu,membinamu, membesarkanmu dan menjaga ilmu, iman dan taqwamu

4. Terakhir Musthafawiyah telah memberikan kekayaan kepadamu

Cukup untuk alasan kenapa harus Musthafawiyah. Itulah sejarah, sejarah adalah cerita sekaligus bukti darimana anda dilahirkan dan untuk siapa anda diciptakan. Oleh sebab itu mari kita gali, teliti, dan menyusun strategi baru, kita tunjukkan kepada nasional setidaknya mandailing Natal bahwa Musthafawiyah adalah citra, aset semua bidang.

Saudaraku……………….

Ini hanya sekedar buah pikiran kami pribadi yang menuntut kami menuangkannya di secarik kertas untuk khalayak ramai khususnya keluarga Musthafawiyah, mengingat pentingnya satu agenda, produk hukum dan teori pengembangan kemajuan lembaga pendidikan yang kita cintai : Musthafawiyah harapan umat dan bangsa.

Kami sadari akan kelancaran sesuatu produk itu tidak terlepas dari biaya operasinal yang signipikan, tapi mengingat itu kami rasa Musthafawiyah tidak mungkin tidak mampu, karna yang diperlukan adalah sikap dan komitment bukan sekedar wacana.

Menyikapi tentang perlunya agenda produk hukum, dibawah ini kami tuliskan rangkaian pembahasan, pembinaan dan perobahan.

a. Akhlaq

Adalah sebab pemanasan global yang melanda bangsa dan umat sekarang ini tidak lain karna krisis moral kurangnya adab dan tipisnya akhlaq, sehingga melahirkan manusia manusia bermentalkan menghalalkan segala cara, padahal sudah tersusun rapi hukum membatasinya, ironisnya tidak mengindahkannya. Akhirnya jadilah kita bangsa dan umat bermental tempe dan terbelakang.

Musthafawiyah yang kita tau adalah basic of principle paham anutan, qiblat ilmumasyarakat muslim, khususnya dibagian utara Sumatra melalui fase2 perkembangannya dari tahun 1912 hingga umurnya yang mndekati seabad ini mempunyai catatan tersendiri kejayaan yang pernah dicapainya, baik ia di bidang pendidikan mau pun dibidang moral, mental dan spiritual. Sejarah inilah yang tiada kita temukan lagi di tubuh segar Musthafawiyah atau kata lain Musthafawiyah krisis moral, mental dan spiritual. Mungkin salah satu penyebabnya adalah krisis kepercayaan berkepanjangan antara pimpinan/ mudir dengan guru, pimpinan dengan murid atau bahkan antara guru dengan murid, sehingga efek yang ditimbulkannya sangat berbahaya dan melahirkan alumnus bermental parasit.

Kita tidak berniat sebagai provokator, bahkan solusiator pencari solusi dalam kemajuan Musthafawiyah kedepan.

Musthafawiyah memiliki 3 kolega yang saling menguntungkan :

1. Guru

2. Murid

3. Mudir/ Pimpinan

a. Guru membutuhkan murid membinanya dan mendidiknya

b. Murid membutuhkan guru mengasuhnya, mengajarinya dan membinanya

c. Setelah fase2 ini, dibutuhkanlah penonton menyaksikan kekurangan, memberitakan kemajuan, dibutuhkanlah pengontrol menormalkan permainan, biaya dan lain2 sebagainya, mungkin ini disebut pimpinan bukan ketergantungan.

Setelah semuanya rampung yang paling ditekankan disini pimpinan menjalin hubungan sehat, komunikasi membangun antara sesama guru, sebab mereka adalah ujung tombak.

Ada gambaran yang akan kami buatkan seputar strategi pembinaan akhlak santri/santriati dan gambaran perobahan pendidikan yang mesti ditembus musthafawiyah dalam arti system pendidikan Musthafawiyah perlu di daur ulang ketetapannya. Pembahasan pada tahap berikutnya.

Wassalam

Ahmad Mukhlis Al makky

Makkah Al Mukarromah

11 Tanggapan

  1. Benar kata Ustaz kita mesti memikirkan Musthafawiyah, agar terus baik dan berjalan dengan baik

  2. selamat belajar , do`kan kami menjadi ulama , http://www.allangkati.blogspot.com

  3. Saya sangat gembira dgn adanya website seperti ini, yang membahas hukum2 islam yg jadi perdebatan diantara masyarakat. sangat berguna untuk tanya jawab argumentasi / perdebatan
    Salam buat semua alumni Musthafawiyah, terutama
    lulusan thn 1991-1992

  4. sya sangat gembira dengan adanya website ini.
    Salam buat semua alumni Musthafawiyah, terutama lulusan tahun 2002-2003

  5. kirim jolo nomor HP Ayah Pasaribu. anggobisa sekalian dohot peta purba baru
    tolng………… sangape silsilah berdiriny musthafawiyah
    tu E-mail di atas
    sukron

  6. assalmu alaikum..

    numpang tanya ada ga yg tau alumni 1992
    udah dmana semuanya..
    itu nama alwi lubis apa orang huta pungkut..

    terima kasih
    dari banjar bukit..

    salam

  7. ass. terima kasih kami ucapkan atas tulisannya. musthafawiyah telah mengalami masa kejayaanya dan sekarang sedang ditimpa angin yang kurang sedap. semoga musthafawiyah bisa melewatinya dan semakin jaya. kalau kita fikirkan dan diamati kenapa ini menimpa musthafawiyah, kita bisa berkaca ke pada masa lalu, dimana musthawiyah dipimpin oleh pemimpin yang bijaksana dan menghormati ulama. dimulai dari pendirinya syeikh Musthafa Husein beliau meninggal diteruskan oleh putra beliau sebagai pemimpin. walaupun H. Abdullah sebagai pemimpin tapi beliau dikawal dan diawasi oleh rais Mualimin yaitu Ayahanda. yang mana bagi kalangan musthafawiyah dan kalangan luar kedudukan rais mualimin pada waktu lebih berfungsi dari direktur sendiri. artinya secara tidak langsung kepimpinan diperiode kedua ini masih dipimpin oleh ulama yang kharismatik dan lebih mementingkan agama. setelah H. Abdullah meninggal mulailah masa perubahan besar-besaran dimana terjadi perebutan kekuasaan di antara direktur. dan sebagai rais mualimin sudah mulai digeser kedudukannya dari kalangan musthafawiyah sendiri, sehingga kedudukan tertinggi dipegang direktur. dan sayang disayangkan direktur yang memimpin pada priode ke 3dan 4 adalah orang yang minim tentang agama. dan mereka juga tidak memandang kepada rais mualimin. dan mengangkat rais mualimin yang sesuai dengan mereka.padahal seharusnya rais mualimin adalah seperti pendahulu musthafawiyah yaitu yang disegani baik oleh direktur,guru dan murid. sekarang ini bagaimana warna musthafawiyah kergantung kepada pimpinannya, kita harapkan pimpinan mengingat tujuan pendirian musthafawiyah itu sendiri. wassalam.

  8. as akhi fillah..saya sangat bersyukur pd ALLAH akhirnya bisa berintraksi dg teman2 walaupn lewat email..yg di foto ucok pasaribu bukan?

  9. as mohn informasi alumni 2001/2002 musa arifin simanngambat,safril harahap dll…salam kangen,islam tetap jaya musthafawiyah semakin luar biasa…

  10. as ww..salam rindu buat teman2 yg berjuang fi sabilil haq…smg ISLAM jaya,ummat bersatu,musthafawiyah tetap maju..mdh2n perbedaan furuiyah tdk mnjadikan kita terkotak2..aamiin.saatnya kita bangun dari tidr yg panjaang menunjukkan pada dunia AL ISLAMU YA’LU WA LA YU’LA ALAIH….ALLAHU AKBAR!!!!!

  11. Satu hal tentang musthafawiyah..yaitu musthafawiyah adalah ruh yang mengalir dalam jiwa kita.tapi sayang para pengurus sekarang tidak mengajarkan kita agar peduli dengan musthafawiyah, bukan menuduh tapi kelihatannya mereka telah terjebak pada kepentingan pribadi dan duniawi, mereka tidak peduli dengan musthafawiyah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: